Kisah Dua Wanita yang Kerkhianat

Kisah Dua Wanita yang Kerkhianat
*) Oleh : Drs Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala):

{تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ}

Binasalah kedua tangan Abu Lahab. (Al-Lahab: 1)

Yakni merugi, kecewa, dan sesatlah (sia-sialah) amal perbuatan dan usahanya.

{وَتَبَّ}

dan sesungguhnya dia akan binasa. (Al-Lahab: 1)

Yaitu sesungguhnya dia celaka dan telah nyata merugi dan binasa.

Firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:

{مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ}

Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan. (Al-Lahab: 2)

Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala): dan apa yang ia usahakan. (Al-Lahab: 2) Maksudnya, anaknya. Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Aisyah, Mujahid, Ata, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin.

Telah diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa ketika Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menyeru kaumnya kepada iman. Abu Lahab berkata, “Jika apa yang dikatakan oleh keponakanku ini benar, maka sesungguhnya aku akan menebus diriku kelak di hari kiamat dari azab dengan harta dan anak-anakku.” Maka turunlah firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).: Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan”. (Al-Lahab: 2)

Adapun firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:

{سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ}

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (Al-Lahab: 3)

Yakni neraka yang apinya berbunga, menyala dengan hebatnya, dan sangat membakar.

{وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ}

Dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar. (Al-Lahab: 4)

Istri Abu Lahab dari kalangan wanita Quraisy yang terhormat dan termasuk pemimpin kaum wanitanya bernama Ummu Jamil, nama aslinya ialah Arwah binti Harb ibnu Umayyah, saudara perempuan Abu Sufyan. Dia membantu suaminya dalam kekufuran dan keingkarannya terhadap perkara hak yang dibawa oleh Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) Karena itulah maka kelak di hari kiamat ia menjadi pembantu yang mengazabnya dalam di neraka Jahanam. Di dalam firman berikutnya disebutkan:

{حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ}

pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut. (Al-Lahab: 4-5)

Yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya agar api yang membakarnya bertambah besar; istrinya memang diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya.

{فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ}

Yang di lehernya ada tali dari sabut. (Al-Lahab: 5)

Menurut Mujahid dan Urwah, makna yang dimaksud ialah berupa api neraka. Diriwayatkan pula dari Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Sauri, dan As-Saddi sehubungan dengan makna firman-Nya: pembawa kayu bakar. (Al-Lahab: 4) Bahwa istri Abu Lahab gemar berjalan menghamburkan fitnah (hasutan). Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Atiyyah Al-Jadah, Ad-Dahhak, dan Ibnu Zaid, bahwa istri Abu Lahab meletakkan ranting-ranting berduri di jalan-jalan yang dilalui oleh Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) Ibnu Jarir mengatakan bahwa istri Abu Lahab mengejek Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) sebagai orang yang fakir, dan dia pernah mencari kayu bakar, oleh karena itulah maka ia dijuluki dengan sebutan ‘Hammalatal Hatab’ sebagai cemoohan terhadapnya. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, tetapi dia tidak menisbatkannya kepada siapa pun. Pendapat yang benar adalah yang pertama; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

Tinggalkan Balasan

Search