Pancaran Hati

Pancaran Hati
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Hati adalah bagian penting dari perangkat kunci kehidupan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Sang Khaliq Yang Maha Agung.

Hati merupakan kendali dari sisi sosok insan pewaris bumi yang penuh pesona indah, bermuatan kekayaan melimpah. Semuanya diserahkan pemanfaatannya untuk manusia sebagai khalifah fii al ardh. QS. Al Baqarah: 2;30.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Allah berfirman, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'”

Di dalam menikmati dunia ini, manusia mendapat sebuah organ baik secara materi maupun rohani. Secara fisik Allah memberi bentuk dengan segala keindahannya, ada kekuatan, kegagahan, ketampanan, ada perimbangan dengan kelembutan, keuletan, kecantikan, semua dibekali pesona masing-masing.

Dari semua itu manusia akan menampilkan diri dengan kekuatan yang memukau, menarik, menebar simpati hidup, apa itu? Yakni sebuah onderdil segenggam daging yang disebut dengan hati.

Hati ini bila indah maka akan memberi pengaruh indah dalam diri manusia dan sebaliknya. Bahkan hati utamanya akan memberi pancaran kuat pada satu pintu yang terdiri dari empat daun penutup dan pembuka. Satu pintu itu adalah lisan, empat daun penutup pembuka itu adalah gigi atas bawah dan bibir atas bawah.

Barang siapa hatinya baik maka mengalir di lisannya kebaikan. Bahkan di dunia modern ini bila hati senantiasa terisi nutrisi ilahi, maka di media pun akan berseliweran kabar baik,  juga materi-materi baik, dari ajaran nabi dan kitab suci.

Maka di sini sangatlah indah penulis kutipkan nasihat indah dari seorang ulama agung, sebagai mana nasehatnya ;

Nasehat Yahya bin Mu’ad Ar Aazi

من أشخص بقلبه الى الله إنفتحت ينابيع الحكمة من قلبه وجرت على لسانه

“Siapa pun yang memantabkan hatinya kepada Tuhan, mata air kebijaksanaan akan memancar dari lisannya.

Nasihat singkat dan manfaat ini hanya ada dua titik sambung yaitu ;
1. Hati yang berketuhanan yang akan mengalir ke lisan.
2. Lisan yang menangkap pancaran hati yang murni bimbingan Allah yang Maha Suci.
* Untaian kata indah ini bisa kita lihat di kitab Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahani (Ahmad bin Abdullah bin Ahmad Al-Ashfahani), Hilyatul Auliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’. Beirut 2023, j.10, h.55.

Semoga manfaat.

Tinggalkan Balasan

Search