PDM Ponorogo Luncurkan ‘Hari Ber-Muhammadiyah’, Diramaikan Ribuan Umat

Peluncuran Hari Ber-Muhammadiyah di Ponorogo. (ist)
www.majelistabligh.id -

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) mencetak sejarah baru. Sebanyak 8.000 jemaah memadati halaman Masjid Al Manar pada Minggu (5/7/2026) pagi untuk menghadiri peluncuran Hari Ber-Muhammadiyah.

Program inovatif yang digagas oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo ini dijadwalkan rutin setiap pekan pertama setiap bulan, menjadikannya pionir gerakan serupa di lingkungan Muhammadiyah se-Indonesia.

Agenda ini tampil beda karena memadukan aspek spiritual, sosial, ekonomi, hingga kebudayaan dalam satu ruang. Tidak sekadar pengajian, acara ini dimeriahkan oleh bazar yang diikuti 30 stan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Ponorogo, menampilkan produk UMKM, layanan sosial, hingga inovasi pendidikan.

Ketua PDM Ponorogo, Drs. H. Moh. Syafrudin, M.A., menegaskan bahwa Hari Ber-Muhammadiyah merupakan gerakan nyata untuk menghidupkan kembali semangat persyarikatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu), tetapi juga thalabul ukhuwah (memperkuat persaudaraan) dan thalabul ghirah (membangkitkan semangat ber-Muhammadiyah). Ketiganya harus berjalan beriringan agar dakwah memberi manfaat nyata bagi umat,” ujar Syafrudin.

Ia menambahkan pentingnya melahirkan kader yang solutif bagi persoalan masyarakat, bukan hanya cerdas secara intelektual.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, Anggota DPRD Jawa Timur Dr. H. Suli Da’im, M.M., Bendahara PWM Jatim drh. Zainul Muslimin, tokoh Masjid Al Fattah Tulungagung H. Sutrimo, serta Rektor UMPO Dr. Ridho Kurnianto, M.Ag.

Empat Pilar Hari Ber-Muhammadiyah

Di tempat yang sama, Ketua LPCR PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, memberikan apresiasi khusus kepada Dr. Suli Da’im yang dinilainya konsisten hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Pak Suli Da’im selalu hadir di setiap kegiatan masyarakat. Inilah yang disebut wakil rakyat yang benar-benar merakyat,”ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Jamaludin Ahmad memaparkan bahwa gerakan ini dibangun di atas empat tujuan utama:

  • Meneguhkan: Melalui pengajian yang memperkuat akidah Islam berkemajuan.
  • Mencerahkan: Lewat ceramah yang membuka wawasan keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
  • Menggembirakan: Menampilkan seni budaya sebagai media dakwah yang ramah.
  • Memberdayakan: Membuka bazar UMKM untuk penguatan ekonomi umat.”

Konsep ini membuktikan dakwah Muhammadiyah tidak hanya bicara ibadah ritual (mahdhah), tapi juga menyentuh kesejahteraan masyarakat,” jelas Jamaludin.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan Muhammadiyah selama satu abad lebih bertumpu pada keikhlasan para kadernya. Merujuk pada filosofi Surah Ibrahim ayat 35, ia menekankan pentingnya melahirkan manusia bertauhid yang jujur dan amanah demi membangun peradaban yang berkah.

Jamaludin berharap gerakan ini bisa mendunia dari akar rumput. “Mimpi saya, seluruh cabang dan ranting memiliki Hari Ber-Muhammadiyah. Karena ujung tombak dakwah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ada di sana,” pungkasnya.

Peluncuran ini sukses menjadi role model gerakan dakwah integratif yang segar, kokoh secara spiritual, dan mandiri secara ekonomi. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search