Kita sering dengar: “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar.” Ilmunya ada, tapi tidak bisa menerangi.
Imam Malik pernah berkata pada muridnya: “Pelajari adab sebelum belajar ilmu.” Karena apa?
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad). Nabi tidak bilang: “aku diutus biar umatku paling pintar.” Tapi akhlak. Itu puncak misi beliau.
Tiga Alasan adab lebih utama dari sekadar pintar:
- Adab membuat ilmu berkah: Iblis ilmunya tinggi, tapi tidak punya adab ke Allah Ta’ala. Akhirnya dilaknat. Qarun hartanya banyak, tapi sombong. Akhirnya ditenggelamkan. Jadi ilmu plus harta tanpa adab sama dengan bencana.
- Adab membuka pintu rezeki dan pertemanan: Orang sopan, rendah hati, tahu cara bicara, lebih gampang dipercaya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Yang paling banyak memasukkan manusia ke surga adalah takwa dan akhlak mulia” (HR. Tirmidzi). Dagang laris, kerja naik, rumah tangga adem, kuncinya sering di adab.
- Adab tanda iman: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi)
Salat rajin tapi tetangga disakiti, itu iman belum sempurna. Puasa kuat tapi ngomong kasar, itu ada yang kurang.
Contoh adab sehari-hari: Masuk rumah ucap salam, bicara dengan orangtua pelankan suara, dengerin orang sampai selesai, kalau salah minta maaf, kalau dikasih terima kasih. Simpel, tapi berat kalau tidak dibiasakan.
Anak bisa hafal 30 juz, tapi kalau bentak ibu, adabnya nol. Sarjana bisa cumlaude, tapi kalau rapat motong omongan orang terus, ilmunya tidak kepakai.
Jadi mari benahi adab dulu. Ilmu akan ikut mulia. Hidup juga jadi harmoni. Karena manusia dinilai bukan dari gelarnya, tapi dari akhlaknya.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah|| fimdalimunthe55@gmail.com ; ismirzaf@gmail.com
