Peringati Hari Lingkungan Hidup, SPEMJITU Luncurkan Laboratorium Alam Berbasis Edukasi

Para guru dan siswa bersama membersihkan lokasi yang akan disulap menjadi Laboratorium Alam SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. (ist)
www.majelistabligh.id -

Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (SPEMJITU) mengambil langkah nyata dalam pelestarian alam. Sekolah ini resmi meluncurkan program “Botani” (Laboratorium Alam) sebagai wujud komitmen mencetak generasi yang peduli lingkungan melalui pendekatan pembelajaran berbasis keberlanjutan.

Langkah awal program ini ditandai dengan aksi Green and Clean pada Jumat (5/6/2026). Seluruh warga sekolah bahu-membahu membersihkan lahan yang diproyeksikan menjadi kawasan Botani, demi menciptakan lingkungan sekolah yang asri, sehat, dan produktif.

Terletak di area Gedung I SPEMJITU, laboratorium alam ini dikonsep dalam bentuk Green House (rumah hijau) yang sederhana namun representatif. Uniknya, fasilitas ini tidak sekadar berisi tanaman hias, melainkan difokuskan pada kebun pangan dan tanaman rempah-rempah khas Nusantara.

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan dan kearifan lokal. Rempah-rempah seperti jahe, kunyit, kencur, serai, serta berbagai tanaman sayuran akan menjadi koleksi utama di sini,” ujar Wakil Kepala Sekolah, Lisyi’matil Labibah, S.Pd.I.

Lebih dari sekadar taman, Botani dirancang sebagai pusat pembelajaran luar ruangan (outdoor learning center). Di sini, para siswa dapat mempraktikkan langsung materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mulai dari proses pertumbuhan tanaman, fotosintesis, ekosistem mini, hingga pengenalan bioteknologi sederhana.

Lisyi’matil menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas kebutuhan metode belajar yang lebih konkret. Dengan begitu, pelajaran IPA tidak lagi terasa abstrak, melainkan menjadi lebih nyata dan menyenangkan karena memadukan unsur pendidikan, pengembangan teknologi, rekreasi edukatif, hingga budidaya tanaman.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala SPEMJITU, Hidayat, S.T. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata dari pendidikan karakter berbasis lingkungan.

“Kami ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap alam dan ketahanan pangan. Botani adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” tegas Hidayat.

Inovasi ini pun disambut antusias oleh para siswa. Almer Ryden Mirza, siswa kelas VIII, mengaku senang karena kini memiliki ruang baru untuk belajar sekaligus melepas penat di sela-sela jam pelajaran.

“Seru sekali, bisa belajar tentang tanaman sambil praktik langsung. Jadi lebih cepat paham materinya,” ungkap Almer ceria. || purwanto

 

Tinggalkan Balasan

Search