Sehat: Nikmat yang Baru Terasa Saat Hilang

Sehat: Nikmat yang Baru Terasa Saat Hilang
*) Oleh : Ruli Alqodri Mustafa
Kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, founder The TwinsPrime Economics and Social Studies – Cilegon, Banten
www.majelistabligh.id -

Dalam hidup ini, manusia sering mengejar banyak hal. Ada yang mengejar harta, jabatan, popularitas, bahkan kemewahan dunia. Namun di antara semua itu, ada satu nikmat yang sering terlupakan padahal nilainya sangat besar: kesehatan.

Kesehatan adalah nikmat yang terasa biasa ketika kita memilikinya, tetapi menjadi sangat mahal ketika ia mulai hilang. Betapa banyak orang yang rela menghabiskan seluruh tabungannya hanya untuk kembali sehat. Rumah mewah terasa tidak berarti ketika tubuh terbaring lemah di rumah sakit. Kendaraan mahal pun tak lagi menarik saat langkah kaki terasa berat untuk berjalan.

Benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa kesehatan adalah mahkota bagi orang sehat, namun hanya bisa dilihat oleh orang yang sakit.

Islam mengajarkan bahwa sehat bukan sekadar keadaan fisik, melainkan karunia besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan tubuh yang sehat, seseorang mampu bekerja mencari nafkah halal, menuntut ilmu, membantu sesama, dan yang paling penting adalah beribadah dengan lebih maksimal.

Bayangkan jika tubuh tidak sehat. Shalat menjadi berat, puasa terasa sulit, bahkan sekadar bangun dari tempat tidur pun membutuhkan perjuangan. Karena itu, kesehatan sesungguhnya adalah modal utama kehidupan.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang nikmat besar ini dalam sabdanya:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Hadis ini mengandung pelajaran mendalam. Banyak orang baru menyadari berharganya sehat setelah sakit datang menghampiri. Ketika tubuh masih kuat, waktu sering dihabiskan untuk hal yang sia-sia. Padahal umur terus berjalan dan kesehatan tidak selamanya tinggal bersama kita.

Selain sehat, rasa aman juga merupakan nikmat luar biasa. Betapa tenangnya hidup ketika tubuh sehat, hati tenteram, dan lingkungan aman. Semua itu adalah karunia yang kadang baru disadari nilainya ketika keadaan berubah.

Karena itu, seorang Muslim tidak hanya menikmati nikmat sehat, tetapi juga harus mensyukurinya. Bersyukur bukan hanya dengan ucapan “Alhamdulillah”, melainkan dengan menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan.

Mensyukuri nikmat sehat bisa dimulai dari hal-hal sederhana: menjaga makanan yang halal dan bergizi, tidak berlebihan dalam makan, rutin berolahraga, serta memberikan tubuh haknya untuk beristirahat. Tubuh bukan mesin yang bisa dipaksa terus bekerja tanpa jeda.

Yang lebih penting lagi, gunakan kesehatan untuk mendekat kepada Allah. Jangan sampai tubuh kuat hanya dipakai mengejar dunia, tetapi lemah dalam ibadah. Selagi kaki masih mampu melangkah ke masjid, tangan masih bisa bersedekah, dan lisan masih dapat berdzikir, maka manfaatkanlah semuanya sebelum datang masa ketika kita hanya mampu menyesal.

Hidup ini pada akhirnya bukan tentang seberapa lama kita hidup, tetapi tentang bagaimana kita menggunakan nikmat yang Allah berikan. Dan kesehatan adalah salah satu nikmat terbesar yang harus dijaga, disyukuri, dan digunakan untuk kebaikan.

Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan lahir dan batin kita, menjadikan tubuh ini alat untuk beribadah, serta menghindarkan kita dari kelalaian dalam mensyukuri nikmat-Nya. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search