Semangat Anshar dan Muhajirin Menjadi Inspirasi Pesan Khotbah Iduladha di Masjid Darul Arqam Banjarmasin

Semangat Anshar dan Muhajirin Menjadi Inspirasi Pesan Khotbah Iduladha di Masjid Darul Arqam Banjarmasin
www.majelistabligh.id -

Halaman Masjid Muhammadiyah Darul Arqam, di Jalan Ratu Zaleha Gang Ki Hajar Dewantara 7, Banjarmasin dipenuhi jemaah pada pelaksanaan Salat Iduladha, tanggal 10 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustaz H. Agus Salim, Lc, M.H.I.

Dalam khotbahnya di masjid yang berada di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 7 tersebut, khatib mengangkat tema tentang makna kurban sebagai wujud kepatuhan, kepasrahan, dan pengorbanan dalam kehidupan seorang muslim.

Mengawali khotbahnya, Ustaz Agus Salim mengingatkan bahwa Iduladha merupakan momentum untuk memperkuat ketundukan kepada Allah SWT melalui ibadah kurban. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Menurutnya, meskipun hukum kurban dalam mazhab Syafi’i adalah sunnah muakkadah, ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. “Sudah pada tempatnya kita sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya untuk memenuhi panggilan berkurban tersebut,” tegasnya di hadapan jemaah.

Khatib kemudian menguraikan tiga pesan utama yang terkandung dalam ibadah kurban. Pertama, meneladani kesabaran dan ketundukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menerima ujian Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa kisah penyembelihan Nabi Ismail bukan sekadar cerita sejarah, tetapi pelajaran tentang kepatuhan total kepada Allah SWT.

“Ketika kepasrahan dan ketundukan yang luar biasa dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menerima perintah tersebut telah terbukti, Allah kemudian menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar. Ini menunjukkan bahwa setiap ujian yang dijalani dengan keimanan akan berujung pada pertolongan dan kemuliaan dari Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Agus Salim menyoroti fenomena umat Islam masa kini yang terkadang memilih-milih ajaran agama sesuai kepentingan pribadi. Menurutnya, semangat Iduladha seharusnya menjadi momentum untuk mengembalikan sikap tunduk dan patuh secara utuh kepada seluruh perintah Allah SWT.

“Saat ini banyak sekali umat Islam yang seakan tidak peduli dengan perintah Allah. Mana yang sesuai dengan keinginannya akan dijalankan, sementara yang tidak sesuai sering diabaikan. Padahal kepasrahan dan ketundukan total kepada Allah adalah inti dari ketakwaan,” ungkapnya.

Pesan kedua yang disampaikan adalah pentingnya membangun solidaritas sosial. Menurutnya, penyembelihan hewan kurban tidak boleh dipahami sebatas ritual ibadah semata, melainkan sebagai simbol kepedulian, kedermawanan, dan kasih sayang kepada sesama.

“Kurban mengajarkan kita untuk berbagi dan peduli. Semangat inilah yang dicontohkan kaum Anshar yang rela mendahulukan kepentingan saudaranya, kaum Muhajirin, daripada kepentingan diri mereka sendiri,” jelasnya.

Pesan ketiga yang menjadi penekanan khotbah adalah pentingnya semangat berkurban demi kemajuan umat dan bangsa. Menurutnya, tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Bahkan kemerdekaan Indonesia yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

“Oleh karena itu, kita harus siap berkorban demi menjaga dan memajukan bangsa ini. Sebagai umat Islam Indonesia, kita memikul dua tanggung jawab sekaligus, yaitu tanggung jawab keislaman dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.

Ketua Takmir Masjid Darul Arqam, H. Mairijani, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini. Menurutnya, pesan-pesan yang disampaikan dalam khotbah sangat relevan dengan kondisi umat saat ini yang membutuhkan keteladanan, kepedulian sosial, dan semangat pengorbanan.

Selain pelaksanaan Salat Iduladha, Masjid Muhammadiyah Darul Arqam juga menerima dan mengelola penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga yang berhak menerima sebagai wujud nyata semangat berbagi dan solidaritas sosial yang menjadi inti dari perayaan Iduladha. (arif poliban)

 

Tinggalkan Balasan

Search