Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan sukses menggelar Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) ke-12. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan Voli Gerangan, Desa Sriwedari, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (16/6/2026).
Hadir sebagai penceramah utama, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman. Dalam tausiyahnya, ia mengapresiasi PCM Muntilan yang konsisten merawat tradisi silaturahmi ini. Menurutnya, SKBM merupakan momentum krusial untuk menjaga persaudaraan, khususnya bagi warga Muhammadiyah.
“Bahkan sampai tiga kali Rasulullah menegaskan bahwa tidak akan masuk surga si pemutus itu. Yang dimaksud adalah qati’ur rahim, yaitu orang yang suka memutus tali persaudaraan,” ujar Agus.
Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi mendatangkan keberkahan yang luar biasa. “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, kata Rasul, ‘Fal yasil rahimah’, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi,” tambahnya.
Inovasi Dakwah Lewat Gerakan “Gegem”
Selain silaturahmi, Agus juga memuji gerakan dakwah lokal di Desa Sriwedari yang dikenal dengan nama Gegem (Gerakan Gerangan Mengaji). Ia menilai gerakan ini sangat efektif karena menerapkan segmentasi dakwah yang spesifik, mulai dari kelompok orang tua, anak muda, hingga anak-anak TPA, sehingga materi yang disampaikan lebih relevan dan tepat sasaran.
“Spirit Gegem ini sangat positif untuk mengurangi paparan berlebihan dari smartphone. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak kembali berinteraksi dan berkomunikasi secara riil di dunia nyata,” jelas Agus.
Di hadapan jamaah, Agus turut membagikan perkembangan strategis Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tingkat nasional yang menyentuh berbagai sektor:
- Sektor Kesehatan: Muhammadiyah telah melakukan groundbreaking pabrik infus Suryavena Farma Indonesia di Malang, Jawa Timur.
- Sektor Industri: PP Muhammadiyah melalui Bendahara Umum, Hilman Latief, tengah menyiapkan kerja sama industri motor listrik. Proyek ini nantinya akan memberdayakan para lulusan SMK Muhammadiyah jurusan mesin dan otomotif.
- Sektor Pertambangan: Saat ini, lebih dari empat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) telah memiliki Program Studi Pertambangan. Agus menegaskan, pengelolaan hasil bumi oleh Muhammadiyah murni untuk kemaslahatan bangsa. “Seluruh hasil bumi itu nantinya digunakan untuk membangun bangsa dan negara, bukan untuk keuntungan pribadi para pimpinan,” tegasnya.
Pilar Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan
Terkait pilar ekonomi, Agus mengingatkan kembali amanat Muktamar Muhammadiyah di Makassar yang berfokus pada penguatan ekonomi umat demi mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian bangsa.
“Kenapa umat harus diberdayakan? Karena Rasulullah mengingatkan bahwa kefakiran dekat dengan kekafiran. Kondisi sengsara membuat seseorang rentan goyah imannya. Nah, ini yang tidak boleh kita biarkan,” pesannya.
Menutup ceramahnya, Agus mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat fondasi silaturahmi, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Ia menegaskan bahwa bukti konkret kecintaan Muhammadiyah terhadap NKRI harus selalu diwujudkan melalui karya dan amal nyata yang bermanfaat luas bagi masyarakat. (*/tim)
