Pada akhirnya, kita semua akan sampai pada titik yang sama. Kita akan meninggalkan dunia dengan tangan kosong sebagaimana kita datang ke dunia. Yang membedakan adalah apa yang telah kita kerjakan selama berada di antara keduanya. Karena itu, mungkin tidak banyak yang perlu kita banggakan dari kehidupan ini. Jabatan akan berganti, harta akan berpindah, gelar akan ditinggalkan, popularitas akan dilupakan, dan tubuh akan kembali menjadi tanah. Yang layak kita perjuangkan bukanlah agar dunia terus mengingat kebesaran kita, tetapi agar Allah menerima kepulangan kita dalam keadaan baik.
Sebab hidup bukan tentang berapa lama kita berhasil mempertahankan apa yang kita miliki, melainkan tentang seberapa baik kita menunaikan amanah sebelum semuanya dikembalikan kepada Pemiliknya. Dan kematian orang lain yang hari ini kita saksikan mungkin sebenarnya adalah cara paling lembut Allah mengingatkan kita bahwa suatu saat nanti, kitalah yang akan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang masih hidup.
Maka sebelum hari itu tiba, masih ada satu hal yang dapat kita lakukan: menjadikan setiap hari baru sebagai kesempatan untuk pulang kepada Allah dengan kehidupan yang lebih baik daripada hari sebelumnya. (*)
