4. Kajian Tafsir Ibnu Katsir, tentang amalan orang orang kafir
QS Al-Furqan, ayat 21-24
وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَى رَبَّنَا لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا (21) يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلَائِكَةَ لَا بُشْرَى يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَحْجُورًا (22) وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا (23) أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا (24)
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, “Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, “Hijran Mahjura.” Dan Kami dapati segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman, menceritakan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang kafir. Hal ini terbaca dari ucapan mereka, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
{لَوْلا أُنزلَ عَلَيْنَا الْمَلائِكَةُ}
Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita. (Al-Furqan: 21)
Yakni untuk membawa risalah sebagaimana risalah diturunkan kepada para nabi, seperti yang diceritakan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam ayat lain menyitir ucapan mereka melalui firman-Nya:
{قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ}
Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah. (Al-An’am: 124)
Makna ayat ini dapat pula ditakwilkan bahwa maksud mereka yang diutarakan oleh firman-Nya:
{لَوْلا أُنزلَ عَلَيْنَا الْمَلائِكَةُ}
Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita. (Al-Furqan: 21)
sehingga kita dapat melihat mereka dan mereka memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya menceritakan perkataan mereka:
{أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ قَبِيلا}
atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. (Al-Isra: 92)
Tafsir atau makna ayat ini telah diterangkan di dalam surat Al-Isra. Karena itu, dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka (orang-orang kafir) mengatakan:
{أَوْ نَرَى رَبَّنَا}
atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita? (Al-Furqan: 21)
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
{لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا}
Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. (Al-Furqan: 21)
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
{وَلَوْ أَنَّنَا نزلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ}
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka. (Al-An’am: 111), hingga akhir ayat.
Adapun firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
{يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلائِكَةَ لَا بُشْرَى يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَحْجُورًا}
Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, “Hijran Mahjura.” (Al-Furqan: 22)
Maksudnya, mereka tidak dapat melihat malaikat di hari yang paling baik bagi mereka, bahkan di hari mereka dapat melihat para malaikat, tiada kabar gembira bagi mereka. Yang demikian itu bertepatan dengan saat mereka menjelang kematiannya, yaitu di saat para malaikat memberitahukan kepada mereka bahwa mereka masuk neraka dan mendapat murka dari Tuhan Yang Mahaperkasa. Saat itu malaikat berkata kepada orang kafir tepat-padasaat roh keluar dari tubuhnya, “Keluarlah, hai jiwa yang kotor, dari tubuh yang kotor. Keluarlah kamu menuju ke dalam siksaan angin yang amat panas, air yang panas lagi mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam.”
