Balasan untuk Orang-orang Kafir

Balasan untuk Orang-orang Kafir
*) Oleh : Drs Muhammad Nashihudin MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Roh orang kafir itu menolak, tidak mau keluar dan bercerai-berai ke seluruh tubuhnya. Maka malaikat maut memukulinya (hingga keluar secara paksa). Hal ini digambarkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) melalui firman-Nya:

{وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ}

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka. (Al-Anfal: 50), hingga akhir ayat.

{وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ}

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya. (Al-An’am: 93)

Yakni memukuli mereka dengan tangannya.

{أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ}

(sambil berkata), “‘Keluarkanlah nyawamu.” Di hari kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (Al-An’am: 93)

Karena itulah dalam ayat yang mulia ini Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

{يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلائِكَةَ لَا بُشْرَى يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمِينَ}

Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa. (Al-Furqan: 22)

Hal ini berbeda dengan keadaan yang dialami oleh orang-orang mukmin, saat mereka menjelang kematiannya. Karena sesungguhnya mereka mendapat berita gembira akan kebaikan-kebaikan dan beroleh hal-hal yang menggembirakan. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ}

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih; dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai balasan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Fussilat: 30-32)

Di dalam hadis sahih disebutkan melalui Al-Barra ibnu Azib, bahwa malaikat berkata kepada roh orang mukmin, “Keluarlah, hai jiwa yang baik, dari tubuh yang baik, jika kamu hendak memakmurkannya. Keluarlah kamu menuju kehidupan yang penuh dengan kenikmatan dan keharuman serta Tuhan yang tidak murka.” Hadis ini secara utuh disebutkan di dalam tafsir surat Ibrahim pada pembahasan firman-Nya:

{يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ}

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim: 27)

Ulama lain mengatakan, makna yang dimaksud dari firman-Nya:

{يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلائِكَةَ}

Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira. (Al-Furqan: 22)

Yakni pada hari kiamat, menurut Mujahid dan Ad-Dahhak serta lain-lainnya. Tidak ada pertentangan di antara pendapat ini dan pendapat sebelumnya. Karena para malaikat pada kedua hari tersebut —yaitu hari kematian dan hari berbangkit— menampakkan dirinya kepada orang-orang mukmin, juga orang-orang kafir. Maka para malaikat menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin, bahwa mereka akan mendapat rahmat dan rida. Sedangkan kepada orang-orang kafir para malaikat memberitahukan bahwa mereka akan mendapat kekecewaan dan kerugian, maka di hari itu tiada berita bagi orang-orang yang berdosa.

{وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَحْجُورًا}

dan mereka berkata, “Hijran Mahjura.” (Al-Furqan: 22)

Yaitu para malaikat berkata kepada orang-orang kafir, “Haram berat bagi kalian mendapat keberuntungan pada hari ini.” Asa! kata al-hijr artinya terlarang. Dikatakan, “Hajaral Qadi ‘Ala Fulanin, (kadi menahan si Fulan),” yakni manakala si kadi menahan kebebasannya, adakalanya karena orang yang bersangkutan jatuh pailit (dalam usahanya), atau karena masih kecil (berusia muda) (sehingga dilarang melakukan tasarruf), atau karena kurang akalnya, atau karena faktor yang lain. Diambil dari kata ini juga pengertian Hijir (Isma’il) yang ada di sisi Ka’bah; karena orang-orang yang bertawaf dilarang melakukan tawaf di dalamnya, melainkan tawaf hanya dilakukan di luarnya. Termasuk ke dalam pengertian ini dikatakan kepada ‘aql (penjamin) dengan sebutan hijr karena ia mencegah orang yang berada di bawah jaminannya melakukan hal-hal yang tidak layak. Kesimpulannya ialah bahwa damir yang terkandung di dalam firman-Nya:

{وَيَقُولُونَ}

dan mereka mengatakan. (Al-Furqan: 22)

kembali kepada malaikat. Demikianlah menurut pendapat Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, Qatadah, Atiyyah Al-Aufi, Ata Al-Khurrasani, Khasif, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir

 

Tinggalkan Balasan

Search