Muhasabah untuk Kita Semua
Sebelum menunjuk orang lain, mari bertanya kepada diri sendiri:
Untuk perempuan:
Apakah pakaian saya sudah benar-benar menjaga kehormatan saya?
Untuk laki-laki:
Apakah pandangan saya sudah saya jaga?
Untuk orang tua:
Apakah saya sudah mengajarkan anak tentang aurat dengan keteladanan?
Untuk suami:
Apakah saya menasihati istri dengan kasih sayang atau justru dengan celaan?
Untuk istri:
Apakah saya menjaga kehormatan diri sekaligus menghormati suami dan keluarga?
Untuk kita semua:
Apakah penampilan kita lebih banyak mengejar penilaian manusia atau keridaan Allah?
Penutup: Pakaian yang Menutup Tubuh dan Menjaga Hati
Hadis Rasulullah ﷺ ini bukan sekadar berbicara tentang kain yang dikenakan.
Ia berbicara tentang kehormatan manusia.
Ada pakaian yang menutup tubuh, tetapi tidak menutup aurat.
Ada pakaian yang menutup aurat, tetapi hati masih mencari pujian manusia.
Maka yang kita butuhkan bukan hanya:
pakaian yang menutup tubuh,
tetapi juga:
iman yang menutup pintu kesombongan,
rasa malu yang menjaga kehormatan,
dan ketakwaan yang mengarahkan setiap penampilan kepada keridaan Allah.
Mari kita jadikan hadis ini sebagai cermin untuk memperbaiki diri, bukan sebagai alat untuk mempermalukan orang lain.
“Jangan hanya berpakaian agar terlihat indah di mata manusia. Berpakaianlah dengan kehormatan agar bernilai di hadapan Allah.”
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Istri Terbaik
Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: (HR. An-Nasai No. 3231)
قِيْلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ
الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Rasulullah SAW pernah ditanya: Siapakah wanita yang paling baik? Beliau ﷺ menjawab:
1) Menyenangkan suami ketika dipandang.
2) Menaati suami ketika diperintah.
3) Menjaga kehormatan diri, amanah rumah tangga, dan harta keluarga.
1. Ingatkan istrimu. (HR. Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 1468)
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada wanita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian yang paling atas. Jika engkau meluruskannya (secara paksa), maka engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada wanita.
2. Selamatkan istrimu dari ancaman neraka. (HR. Muslim no. 2128)
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا
Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat: (pertama) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk memukul manusia, dan (kedua) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok dan menarik perhatian, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. (HR. Muslim No. 2128).
3. Jagalah keluargamu. (QS. At-Tahrim: 66/6).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
4. Doakan keluargamu (QS. Al-Furqan: 25/74).
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin teladan bagi orang-orang yang bertakwa.
