Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Muhammadiyah bukan hanya seberapa besar organisasi ini berkembang, tetapi seberapa kuat karakter Rasulullah hidup di dalamnya. Sebab, jika karakter itu tetap hidup, Muhammadiyah akan selalu memiliki energi untuk melakukan pembaruan.
Tetapi jika karakter itu memudar, sebesar apa pun struktur dan aset yang dimiliki, gerakan akan kehilangan ruhnya. Muhammadiyah membutuhkan banyak hal untuk menghadapi masa depan. Tetapi di atas semuanya, Muhammadiyah membutuhkan satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu menjadikan akhlak Rasulullah sebagai DNA gerakan. (*)
