Ketika Alam Berbisik: Belajar Membaca Ayat-Ayat Tuhan

Ketika Alam Berbisik: Belajar Membaca Ayat-Ayat Tuhan
*) Oleh : Muhammad Hidayatulloh (Cak Muhid)
Founder OMAH NgOPI - Gerakan Literasi untuk Peradaban Tauhidik
www.majelistabligh.id -

Maka setelah membaca alam, membaca kehidupan, membaca sejarah, membaca manusia, dan membaca dirinya sendiri, ada satu perjalanan terakhir yang harus dilakukan:

kembali.

Kembali kepada Sang Pencipta.

Bukan karena manusia berhenti berpikir.

Tetapi karena semakin dalam ia berpikir, semakin ia menyadari keterbatasannya.

Bukan karena manusia berhenti mencari.

Tetapi karena dalam perjalanan pencariannya, ia menemukan arah.

Maka:

الْكَوْنُ يَهْمِسُ بِآيَاتِهِ، وَالْقَلْبُ يُصْغِي، وَالْعَقْلُ يَتَفَكَّرُ، وَالْوَحْيُ يَهْدِي.

Alam berbisik melalui ayat-ayatnya. Hati mendengarkan. Akal berpikir. Dan wahyu memberi petunjuk.

Dan akhirnya manusia memahami:

أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُ يَدُلُّ عَلَى الْخَالِقِ

Bahwa seluruh ciptaan menunjuk kepada Sang Pencipta.

Sebab mungkin manusia tidak diciptakan hanya untuk tinggal di alam.

Ia diciptakan untuk membaca alam.

Dan setelah membaca seluruh ayat yang terbentang di hadapannya, ia menemukan satu kebenaran yang membawa seluruh perjalanan itu kembali kepada titik awal:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ

Bacalah dengan nama Tuhanmu. (*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search