Mengapa Seorang Muslim Membutuhkan Roadmap Kehidupan?

Mengapa Seorang Muslim Membutuhkan Roadmap Kehidupan?
*) Oleh : Muhammad Hidayatulloh
Pengurus PRM Berbek dan Pengasuh Kajian Tafsir Al Qur'an di Masjid Al Huda Berbek Sidoarjo.
www.majelistabligh.id -

Setiap manusia tentu memiliki berbagai tujuan dalam hidup. Ada yang ingin menjadi pendidik, pengusaha, ulama, profesional, pemimpin, atau membangun keluarga yang baik. Ada yang ingin memiliki ilmu, harta, kemampuan, dan berbagai bentuk pencapaian lainnya. Semua itu dapat menjadi bagian dari perjalanan kehidupan. Namun seorang Muslim tidak boleh menjadikan seluruh pencapaian tersebut sebagai tujuan tertinggi. Ada orientasi yang harus menaungi seluruh aktivitas dan tujuan kehidupan itu, yaitu ridha Allah.

Seorang Muslim bekerja, tetapi pekerjaannya harus menjadi bagian dari jalan menuju Ridha Allah. Ia mencari ilmu, tetapi ilmunya harus membawanya semakin mengenal Allah dan memberi manfaat kepada manusia. Ia membangun keluarga, tetapi keluarganya harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mengenal Tuhannya. Ia memiliki kemampuan dan kapasitas, tetapi semuanya harus digunakan dalam jalan yang benar. Dengan demikian, kehidupan tidak lagi berjalan tanpa arah. Berbagai aktivitas duniawi mendapatkan maknanya ketika semuanya ditempatkan dalam orientasi mencari Ridha Allah.

Namun setiap perjalanan memiliki ujung. Sebagus apa pun seseorang merencanakan kehidupan dunia, pada akhirnya ia akan sampai pada titik ketika seluruh perjalanan itu harus ditinggalkan. Kematian menjadi pengingat bahwa dunia bukan tempat tinggal terakhir. Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya memikirkan bagaimana menjalani kehidupan dengan baik, tetapi juga harus mempersiapkan bagaimana mengakhiri kehidupan dengan baik.

Di sinilah husnul khatimah menjadi harapan besar dalam perjalanan seorang Muslim. Kita berharap seluruh usia yang diberikan Allah, dengan segala perjuangan, kesalahan, taubat, keberhasilan, kegagalan, dan usaha untuk terus memperbaiki diri, akhirnya ditutup dengan akhir yang baik. Maka kehidupan seorang Muslim sesungguhnya memiliki peta yang sangat jelas. Ia mengetahui bahwa dirinya adalah hamba Allah. Ia menjadikan wahyu sebagai petunjuk dalam perjalanan. Ia menjalani seluruh kehidupannya dalam upaya mencari Ridha Allah. Dan pada akhirnya, ia berharap perjalanan panjang itu ditutup dengan husnul khatimah.

Berangkat dari kesadaran inilah buku Roadmap Kehidupan Seorang Muslim hadir. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat kehidupan bukan sekadar sebagai rangkaian hari yang harus dilewati, tetapi sebagai perjalanan yang membutuhkan arah. Perjalanan itu dimulai dari mengenal diri dan memahami tujuan hidup, kemudian menentukan arah, menyiapkan bekal, membangun disiplin dan karakter, menata hati, membangun hubungan dengan sesama, memberikan manfaat, membangun keluarga dan generasi, melakukan muhasabah, berani berubah, serta menjaga langkah agar tetap berada di jalan yang benar.

Buku ini tidak menjanjikan perjalanan hidup tanpa masalah. Sebab kehidupan memang akan selalu memiliki ujian. Namun yang paling penting adalah jangan sampai kita menjalani seluruh kehidupan tanpa mengetahui arah perjalanan. Kita boleh berjalan perlahan, selama berada di jalan yang benar. Sebab seseorang yang berjalan sangat cepat tetapi salah arah justru akan semakin jauh dari tujuannya.

Pada akhirnya, mungkin inilah pertanyaan yang perlu terus kita ajukan kepada diri sendiri: apakah kita hanya sibuk menjalani kehidupan, ataukah kita benar-benar memahami ke mana kehidupan ini sedang menuju?

Sebab seorang muslim tidak sekadar membutuhkan target untuk hidupnya. Ia membutuhkan arah.

Jalannya adalah mencari ridha Allah.

Dan ujung perjalanan yang diharapkan adalah husnul khatimah. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search