Muhammadiyah Berkemajuan: Kompas di Tengah Zaman yang Berlari

Muhammadiyah Berkemajuan: Kompas di Tengah Zaman yang Berlari
*) Oleh : Syahrudin Darwis
Anggota Muhammadiyah NBM.495.547
www.majelistabligh.id -

Kemajuan adalah kata yang paling sering diucapkan, tetapi paling jarang direnungkan. Kita mengukurnya dari gedung yang menjulang, teknologi yang kian canggih, dan ekonomi yang terus tumbuh. Padahal, sejarah berkali-kali mengingatkan bahwa manusia bisa bergerak sangat cepat, tetapi ke arah yang keliru.

Di sinilah makna Gerakan Islam Berkemajuan menemukan relevansinya. Bagi Muhammadiyah, kemajuan bukan sekadar perubahan, melainkan perubahan yang dituntun oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan modernitas bukan tujuan, melainkan ikhtiar untuk memuliakan manusia dan menghadirkan kemaslahatan.

Karena itu, Islam Berkemajuan tidak memusuhi zaman, tetapi juga tidak tunduk kepadanya. Ia menerima pembaruan melalui tajdid, tanpa kehilangan kompas nilai. Sebab modernitas tanpa moral hanya akan melahirkan manusia yang cerdas, tetapi miskin kebijaksanaan; masyarakat yang maju secara teknologi, tetapi rapuh secara kemanusiaan.

Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah tidak cukup disampaikan melalui mimbar. Dakwah harus hadir dalam sekolah, rumah sakit, panti asuhan, perguruan tinggi, dan berbagai amal usaha yang menyentuh kehidupan nyata. Di situlah Islam diterjemahkan menjadi kerja peradaban.

Tantangan hari ini bukan lagi sekadar mengejar kemajuan, melainkan menjaga arah kemajuan itu sendiri. Ketika algoritma lebih mudah membentuk opini daripada akal sehat, ketika popularitas sering mengalahkan integritas, dan ketika slogan lebih nyaring daripada karya, Islam Berkemajuan dituntut tetap menjadi kompas, bukan sekadar semboyan.

Sebab pada akhirnya, kemajuan tidak diukur dari seberapa cepat kita melangkah, tetapi dari seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan. Peradaban tidak dibangun oleh mereka yang paling gaduh berbicara, melainkan oleh mereka yang diam-diam bekerja, setia merawat ilmu, keadilan, dan kemanusiaan.

Di sanalah makna terdalam Muhammadiyah Berkemajuan: menghadirkan Islam sebagai cahaya yang menuntun zaman, bukan sekadar mengikuti arusnya. (*)

Yogyakarta, 8 Juli 2026
#BuyaDarwis

 

Tinggalkan Balasan

Search