Hijrah yang Sebenarnya

Hijrah yang Sebenarnya
*) Oleh : M. Syukron Dian
PCM Candi Wakil Ketua bidang Majelis Kader & SDI, Majelis MPKS
www.majelistabligh.id -

Ketika memasuki tahun baru Islam banyak orang berbicara tentang hijrah. Ada yang berhijrah dalam penampilan, pekerjaan, lingkungan, bahkan tempat tinggal. Namun pertanyaannya:

Apakah hijrah hanya sekadar berpindah tempat atau berganti penampilan?
Hijrah yang dicontohkan Rasulullah ﷺ bukan hanya perpindahan fisik dari Makkah ke Madinah, tetapi perubahan menyeluruh menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.

Momen tahun baru masehi selalu menjadi penyemangat tahunan khususnya dalam berhijrah untuk istiqomah dalam kebaikan. Allah tegaskan dalam QS. At-Taubah: 9/20:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
Orang-orang yang beriman dan berhiijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. At-Taubah:9/20)

1. Apa sebenarnya makna hijrah pada zaman nabi?
Hijrah Rasul ini menggambarkan penyatuan strategi dakwah dan praktik dalam Islam antara akidah dan amal, sebagaimana tujuan dakwah di mekah yaitu menanamkan nilai-nilai tauhid, dan di Madinah menekankan amal dan praktik Islam.

Dengan demikian, hijrah bukan hanya peristiwa perpindahan individu atau kelompok dari tempat yang tidak aman ke tempat yang lebih aman. Lebih dari itu, hijrah memiliki dimensi penjabaran yang luas dan dahsyat, yakni meliputi hijrah i’tiqadiyyah, hijrah fikriyah, hijrah syu’uriyah, dan hijrah sulukiyah.

2. Bagaimanakah makna hijrah untuk umat islam hari ini?
a. Hijrah I’tiqodiyyah.
Hijrah i’tiqodiyyah adalah perpindahan dari keyakinan yang salah dan sesat kepada keyakinan yang benar, kokoh, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Yaitu Al-Qur’an sebagai penerangan bagi seluru manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang bertakwa. Allah tegaskan QS. Ali-Imron: 138
هٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَّمَوۡعِظَةٌ لِّلۡمُتَّقِيۡنَ
Al-Quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali-Imron: 138).

b. Hijrah Fikriyyah
Hijrah fikriyyah adalah perpindahan pemikiran yang menyimpang dan kufur kepada pemikiran sehat, lurus, dan Islami. Dunia ini sebenarnya merupakan tempat berlangsungnya perang pemikiran, antara pemikiran yang berpihak pada kebenaran melawan kebatilan.
مَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ خَيۡرًا مِنۡ اَمۡسِهِ فَهُوَ رَابِحُ. وَمَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ مثل اَمۡسه فهو مَغۡبُون ومَن كان يومه شَرًّا مِنۡ امسه فهو مَلۡعُون.
Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barang siapa hari ini sama seperti kemarin, maka ia merugi. Barang siapa hari ini lebih buruk dari kemarin, ia celaka.

c. Hijrah Jihadiyyah
Hijrah jihadiyyah adalah perpindahan dari sifat malas menuju sifat yang sungguh-sungguh. Allah tegaskan QS. Al-Ankabut: 69
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabut: 69).
d. Hijrah Akhlakiyyah
Hijrah akhlakiyyah adalah dari menyakiti menjadi menebar kebaikan. Kebaikan yang diajarkan agama Islam untuk mendorong umatnya untuk memiliki akhlak yang mulia dan akhlak yang luhur.

Dan sebaliknya, agama ini melarang umatnya dari akhlak-akhlak rendahan dan akhlak yang buruk. Hal ini ditunjukkan oleh banyak hadits tentang akhlak dari Nabi.

Hadis tentang akhlak Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.” (HR. Ahmad no. 8952 dan Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad no. 273. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Adaabul Mufrad.).

Oleh karena itu akhlak yang luhur dan mulia termasuk perkara yang ditekankan dalam agama ini. Agama ini menekankan dan mendorong kita untuk berhias dengan akhlak yang sempurna terhadap Allah dan Rasulullah, dan juga terhadap hamba-hambaNya.

Dengan akhlak yang mulia, akan tampaklah kesempurnaan dan ketinggian agama Islam ini, yaitu agama yang indah dan sempurna, baik dari sisi akidah, ibadah, adab dan akhlak.

Dengan semakin kokoh akiidah dan keimanan seseorang, seharusnya semakin baik pula akhlaknya. Dengan bertambahnya ilmu akidah dan imannya, bertambah luhur pula akhlaknya. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah:
أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.).

Pelajaran Kehidupan hijrah akhlak berarti:

1. Dari kasar menjadi santun.
2. Dari egois menjadi peduli.
3. Dari suka menyalahkan menjadi suka memperbaiki.

Muhasabah diri/iling-ilingan, tanyakan kepada diri kita:
Apakah saya sudah berhijrah?
1. Dari meninggalkan salat menuju menjaga salat?
2. Dari membaca media sosial menuju membaca Al-Qur’an?
3. Dari banyak mengeluh menuju banyak bersyukur?
4. Dari banyak bicara menuju banyak beramal?

Hijrah yang sebenarnya:
Hijrah bukan tentang berpindah tempat, tetapi berpindah dari dosa menuju taat, dari lalai menuju sadar, dan dari jauh menuju dekat kepada Allah. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search